Jumat, 30 September 2011

Kelemahan Teori Darwin

Dunia sedang Memperlihatkan Fakta
kepada Kita
manusia bukan berevolusi dari monyet Hasil penelitian baru-baru ini semakin
mematahkan teori evolusi Darwin. Bukti
kecerdasan monyet, dan peradaban
tinggi pada masa prasejarah adalah
bukti kelemahan teori yang menjadi
dasar filosofi atheisme dan komunisme ini. Delapan tahun lalu, seorang ilmuwan
yang melakukan penelitian terhadap
monyet menyatakan, perilaku primata
ini sangat misterius, hal yang dapat
mematahkan teori evolusi. Cara
mengatur koloni monyet sangat unik, mereka memiliki banyak cara
“membuat hidup mereka agar lebih
baik”, banyak sekali hal yang sama
sekali tidak dipahami manusia.
Misalnya reaksi terhadap perubahan
alam, dibanding manusia monyet lebih cerdas; bahkan reaksi monyet
terhadap gempa, banjir dan bencana
alam lainnya lebih akurat dibanding
peralatan ilmiah. Dengan demikian
dapatkah dikatakan monyet lebih
cerdas dari manusia? Adakah penurunan tingkat kecerdasan? Jika peradaban manusia baru berusia
10 ribu tahun seperti dalam teori
evolusi Darwin, maka dapat dikatakan
monyet merupakan makhluk yang paling
cerdas, karena memimpin dunia pada
saat itu? Jika ribuan makhluk di dunia berevolusi
mengalami perubahan bentuk secara
berangsur dari yang tingkat rendah ke
tingkat tinggi. Lalu bagaimana binatang
atau tumbuhan dalam klasifikasi biologi
modern itu, mana yang sederhana, dan mana yang bertaraf tinggi? Bagaimana
bentuk asal mereka? Kala itu ada
berapa banyak monyet yang menjadi
manusia, dan monyet yang bagaimana
bisa menjadi manusia, demikian juga
sebaliknya, monyet yang bagaimana tidak bisa menjadi manusia? Lalu
bagaimana dengan asal manusia pada
tempat-tempat yang tidak ada monyet
di dunia itu? Peneliti tersebut mengemukakan bahwa
untuk mengumumkan hasil dari
penelitian tersebut kepada publik
tidaklah mudah. Dapat juga hal itu
akan menjadi akhir dari penelitian itu
sendiri. Ini dikarenakan ilmuwan- ilmuwan senior banyak yang karyanya
mengacu pada teori Darwin tersebut.
Dengan demikian, berarti mereka
menyangkal “hasil” penelitian
sepanjang hidup mereka sendiri dan
mempersulit diri sendiri. Setelah sekian lama teori ini bertahan
dan diyakini oleh banyak ilmuwan dari
berbagai ilmu dan menjadikan Darwin
sebagai salah satu ilmuwan paling
berpengaruh di abad 20. Pada 10
Agustus 2005 merupakan hari yang tidak menguntungkan bagi Darwin.
Karena pada hari itu, komite
pendidikan negara bagian Kansas, AS
menyetujui serangkaian standar
pendidikan ilmu alam, salah satunya
memasukkan teori kontradiksi evolusi dalam kurikulum di sekolah, dengan
perbandingan 6:4. Dan setelah
dipertimbangkan oleh sejumlah
kalangan terkait, maka standar
pendidikan itu akan diterapkan pada
semester baru. Ini berarti akan semakin luas masyarakat yang akan
mempelajari dan kemudian dapat
membandingkan antara kedua teori
tersebut. Hanya Sebuah Hipotesis
Lebih dari 500 ilmuwan yang memiliki
gelar doktor telah menandatangani
sebuah pernyataan bersama mereka,
yakni menyatakan sangsi atas teori
evolusi Darwin. Di antara ilmuwan yang menandatangani pernyataan
bersama tersebut, adalah merupakan
anggota yang memiliki popularitas dari
lembaga ilmu pengetahuan Rusia dan
AS. Pada 2001 yang lalu, untuk
mempropagandakan rangkaian
program evolusinya, stasiun televisi
PBS menyatakan : “Sesungguhnya,
tiap-tiap ilmuwan di dunia percaya
bahwa teori evolusi itu benar.” Tepat di saat itu untuk pertama kalinya
lembaga Discovery Seatlle
mengemukakan keraguannya terhadap
pandangan PBS. Wakil Direktur dari
Pusat Kebudayaan dan Ilmu
Pengetahuan Lembaga Discovery Seatlle yakni John Wester mengatakan,
“Darwinisme tetap mengatakan
bahwa tidak ada satu ilmuwan yang
sungguh–sungguh meragukan teori
evolusi, namun, di sini terdapat lebih
dari 500 ilmuwan yang bersedia menyatakan secara resmi bahwa
mereka ragu dengan teori evolusi
tersebut.” Sebenarnya Darwin tidak pernah
memastikan teorinya. Menurut ilmuwan,
sebenarnya teori evolusi hanya sebuah
teori hipotesis, Darwin berharap kelak
dapat menemukan bukti yang
meyakinkan. Untuk membuktikan bahwa teori evolusinya itu benar, bukti yang
ada tidak dapat bertahan hingga saat
ini, lagi pula teori evolusi sangat jauh
berbeda dengan kenyataan, bukti
masih samar-samar, dan
kesimpulanya juga tidak dapat diulang. Namun demikian masih ada sarjana
yang belakangan meneruskannya dan
menganggap teori itu sebagai suatu
keyakinan yang ilmiah. Hipotesa yang
baru ini dengan cepat menjadi satu
keyakinan yang umum, dan mengulangi perkataan orang lain, sekarang
dianggap sebagai satu kebenaran. Beberapa hasil penelitian ilmiah baru-
baru ini dapat menjadi bukti untuk
mematahkan teori evolusi Darwin.
Antara lain dengan hasil penelitian:
masa munculnya binatang di dunia ini
hingga sekarang tidak lebih dari 580 juta tahun. Hasil temuan arkeologi lain
didapatkan kenyataan bahwa tambang
uranium Oklo dibangun 2 miliar tahun
silam, Republik Gabon yang
terbelakang membuat sebuah reaktor
nuklir! Dan pada saat itu menurut teori evolusi bahkan tidak ada yang
namanya binatang, bukankah ini
menampar mulut ilmuwan yang
bersikeras dengan hipotesa teori
evolusi? Menurut perhitungan teori
evolusi Darwin bahwa munculnya peradaban manusia tidak lebih dari
10.000 tahun Pada 1880 silam, di bawah kaki sebuah
gunung di California ditemukan hasil
galian arkeologi yang sebagian besar
adalah peralatan batu yang sangat
halus, dan dapat dipastikan bahwa ini
adalah bekas peningalan pada 55 juta tahun yang lampau. Bukankah
sepenuhnya telah menjebol susunan
evolusi manusia dalam teori evolusi. Ateisme memperkuat doktrin evolusi
Akar bencana yang mendominasi dunia
adalah dari doktrin teori evolusi adalah
ateisme. Sebab teisme dapat
menjelaskan bahwa ayam dan telur
ayam diciptakan secara bersamaan oleh Sang Pencipta, sedangkan
pembela teori evolusi hingga sekarang
masih berdebat sebenarnya ayam atau
telur lebih dahulu. Sesungguhnya
sekarang banyak ilmuwan yang benar-
benar berkata jujur berpendapat bahwa teori evolusi adalah sebuah
doktrin yang keterlaluan dan tidak
dapat dibuktikan. Dalam buku “Teori yang Memunculkan
Krisis: Teori Evolusi” ahli genetika asal
Selandia Baru Michael Denton secara
singkat namun tegas mengatakan
bahwa teori evolusi Darwin adalah
dusta terbesar abad 20. Banyak ilmuwan menganggap : teori
evolusi bukan saja telah keliru
menuntun segenap bidang biologi,
bahkan keliru menuntun dalam bidang
psikologi, logika dan filsafat dan
banyak bidang lainnya, sehingga keliru dalam menuntun perkembangan
budaya manusia. Teori evolusi
membuat orang percaya bahwa
manusia adalah keturunan binatang,
sehingga membuat orang percaya
bahwa sifat manusia berpangkal dari hewan, nafsu serakah manusia adalah
pengungkapan alami manusia, memberi
landasan teori hukum rimba dan akan
binasa jika tidak berusaha untuk
kepentingan diri sendiri. Beginilah
rusaknya dunia ini. Sejak China komunis membentuk
pemerintahan, di mana agar dapat
mempertahankan kekuasaan adikarya
dan tidak membiarkan orang percaya
adanya Tuhan, ia memutarbalikkan
sejarah budaya Tionghoa, namun, karena orang-orang percaya adanya
Tuhan, maka siapa yang mau
mendengarnya? Sesungguhnya, dalam sejarah budaya
bangsa Tionghoa, riwayat dewa-dewa
yang menyebarkan budaya hingga
sekarang masih terus diceritakan turun
temurun, Lu Ban yang membuat
jembatan Zhao Zhou, dan Liu Bowen yang membangun 999,5 kamar di
istana, serta riwayat penyebaran Yi
Jing dan sebagainya, kisah yang tidak
lapuk sepanjang masa ini berurat akar
di kalangan rakyat. Juga ada legenda
tentang Nuwa yang menciptakan manusia timur, dan Tuhan yang
menciptakan manusia barat. Dari
fresco kuno di China dan barang-
barang maupun spesies ganjil yang
semakin banyak ditemukan di dunia
saat ini, semua ini membuktikan betapa jauh tertinggalnya ilmu pengetahuan
modern dari budaya prasejarah,
temuan-temuan ini terus mematahkan
ateisme, dan tanpa kenal ampun
membedah teori evolusi. Terus menerus
memperlihatkan kepada manusia bahwa di tengah keremangan ada
fakta yang menentukan alam semesta.
Semakin banyak yang menyadari,
bahwa pada hakekatnya manusia itu
ciptaan Tuhan...

0 komentar:

Posting Komentar